Tahajud Jadi Saksi, Pelaku 16 TKP Akhirnya Tertangkap di Tangan Resmob Rohul

Rokan Hulu – Inforiau1.com
Ketika keheningan malam seharusnya menjadi ruang suci bagi manusia untuk bersujud kepada Sang Pencipta, seorang predator justru mengintai di balik kegelapan.

Di saat M.H. (44) tengah bersiap menyambut fajar dengan salat tahajud, Jumat dini hari (3/4/2026), niat tulusnya dirampas oleh tangan dingin seorang residivis.

Sepeda motor Honda Vario biru yang menjadi tumpuan hidup korban, raib digasak dari halaman rumahnya di Pasir Pengaraian. Namun, pelarian sang pelaku, AAP (36), kini berakhir tragis. Karir hitamnya resmi “dicuti-paksakan” oleh Tim Resmob dan Tim Raga Polres Rokan Hulu di bawah siraman timah panas.

Jejak Panjang Sang Bandit
Penangkapan AAP bukan sekadar pengungkapan kasus biasa. Ia adalah momok yang selama ini menghantui ketenangan warga Rokan Hulu. Dari mulut pelaku, terungkap pengakuan yang mengejutkan: 16 aksi kejahatan telah ia torehkan.

* 15 Kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat)
* 1 Kasus Penggelapan
Mulai dari motor, laptop, hingga harta benda lainnya telah ia preteli dan lempar ke pasar gelap. AAP bukan hanya mencuri barang, ia telah mencuri rasa aman dari belasan keluarga di wilayah ini.

Tindakan Tegas dan Terukur
Keadilan akhirnya menemukan jalannya pada Jumat sore. Tim Resmob berhasil melacak keberadaan pelaku di Desa Koto Tinggi. Namun, bukannya menyerah dan menebus dosa, AAP mencoba menantang maut dengan melarikan diri saat pengembangan kasus.

Tembakan peringatan yang membelah udara tak digubris. Tak ingin membiarkan “serigala” ini kembali berkeliaran, petugas terpaksa melepaskan tindakan tegas dan terukur. Sebutir timah panas bersarang di kakinya—sebuah pengingat keras bahwa tak ada tempat berlari bagi pelaku kriminal di tanah Rokan Hulu.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang berani mengusik ketenangan ibadah dan keamanan masyarakat,” tegas pesan tersirat dari gerak cepat Polres Rohul.

Satu Buron, Satu Peringatan
Meski AAP telah meringkuk di balik jeruji Mapolres Rohul bersama barang bukti berupa dua unit motor (Vario dan Beat), drama ini belum usai. Satu rekan pelaku kini berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang).
Polisi memastikan tidak akan berhenti hingga rekan kriminalnya itu menyusul ke balik jeruji.

Polres Rokan Hulu kembali mengingatkan masyarakat: Kejahatan sering kali mengintai di saat kita paling merasa aman. Waspadalah, karena di luar sana, sisa-sisa komplotan ini mungkin masih mengintai celah di tengah kekhusyukan kita.(Juliyanto)