Rokan Hulu, Inforiau1.com – tanggal 2 Mei 2026 Pemandangan tak biasa terlihat di halaman SD Negeri 16 Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional digelar dengan cara yang… cukup “demokratis terhadap keadaan”. Akibat keterbatasan ruang kelas, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 baik yang biasanya masuk pagi maupun siang tumpah ruah mengikuti upacara secara bersamaan.
Alih-alih menjadi kendala, situasi ini justru menghadirkan nuansa kebersamaan yang jarang terjadi. Siswa yang biasanya hanya saling sapa lewat pergantian shift kini berdiri dalam satu barisan, di bawah matahari yang tampaknya juga ikut semangat memperingati Hardiknas.
Dewan guru pun tak kalah antusias. Dengan penuh dedikasi, mereka mengambil peran sebagai petugas upacara. Meski beberapa di antaranya tampak “berjuang” menjaga kekhidmatan di tengah lautan siswa yang jumlahnya nyaris seperti upacara tingkat kecamatan, semangat mereka tetap tegak setegak tiang bendera yang berdiri di tengah lapangan.
Puncak upacara ditandai dengan penyampaian amanat pembina upacara yang cukup menggelitik sekaligus menyentuh. Dalam kutipannya yang sederhana namun bermakna dalam, ia menyampaikan:
> “Bapak ibu guru kalian yang berdiri di depan adalah karena ilmu. Di mana ilmu jika dibagi maka akan bertambah. Berbeda dengan uang atau materi lainnya, jika terus dibagikan, maka akan habis.”
Sontak, suasana menjadi lebih hening. Bahkan siswa yang sebelumnya sibuk merapikan topi atau menggeser barisan, sejenak terdiam mungkin merenung, atau mungkin juga kepanasan.
Upacara ini menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan tidak selalu berjalan dalam kondisi ideal. Keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk tetap menanamkan nilai dan semangat belajar. Justru dari keterbatasan itulah, lahir kreativitas dan kekuatan kebersamaan.
Semoga peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan menjadi pengingat bahwa pendidikan membutuhkan keseimbangan antara kebutuhan dan pengabdian. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas tetapi tentang ruang kesadaran.(Yunizar)












